Marine Surveyor & Inspection Services

0812-701-5790 (Telkomsel) Marine Surveyor PT.Binaga Ocean Surveyor (BOS)

0812-701-5790 (Telkomsel) Marine Surveyor PT.Binaga Ocean Surveyor (BOS)
Marine Surveyor

Kumpulan Contoh Surat-Surat Dan Statement Of Fact Yg Sering Di Gunakan Diatas Kapal Oleh Pelaut

Kumpulan Contoh Surat-Surat Dan Statement Of Fact Yg Sering Di Gunakan Diatas Kapal Oleh Pelaut  

Berikut Kami coba berikan contoh-contoh surat-surat yg sering di buat oleh para perwira pleaut di atas kapal, sebagai seorang Perwira Pelaut seperti Captain, Master Dan Chief Officer  memang di wajibkan harus mengerti tentang membuat Surat-Surat dan statement of fact di atas kapal, ada banyak contoh dan ragam surat-surat yg mesti dibuat karena setiap ada kejadian yg aneh di luar kewajaran di atas kapal mesti dibuatkan sebuah Statement Of Fact sebagai cara untuk memback-up di kemudian hari jika masalah tersebut bakal menjadi ramai dan kasus besar, misalnya Tabrakan Kapal, Menabrak Fender di Pelabuhan, Collision atau Senggolan dengan Kapal lainnya, Penerimaaan Kargo Kurang atau susut dan segala macam kejadian yg mungkin saja timbul selama kegiatan di atas kapal.
 

 Kumpulan terjemahan surat, kalimat English To Indonesian dan sebaliknya
 I.  Terjemahan Surat di bawa ini ke dalam Bahasa Indonesia yang baik
     To the Directors of the Liverpool Steam Chip      
    Navigation Company Ltd.            
    Liverpool                                          
Lisbon, January 10th. 1946
    o/b ss “Mersey”
    Dear Sirs,
    Re : Collision off the Portuguese coast.
    Herewith I confirm my radiotelegram, dated January 9th last, reading : Collision off Oporto stop forepeak making water stop no direct danger stop tug assistance underway stop master.
    Following up the above radio message, I now let you have a more detailed report from Lisbon, where meanwhile we have safely arrived. On January 9th, during the second dog watch the “Mersey”, on passage from Bristol to the Levant was run into by a Spanish cargo boat off Oporto in a dense fog.
    Our vessel got a big hole in the starboard bow, just below the waterline and the forepeak began to make water rapidly. In order to ease the collision bulkhead we put the vessel down the wind. The colliding ship was slightly damaged and stood by (kept in vicinity) to render assistance if required. The weather was rather rough and a heavy swell was running. A wireless call for tug assistance was sent out, and soon the “Zwarte Zee” of Smit’s International Towage Service, stationed at Oporto, put in an appearance (turned up). Connection was made with our stern, our engines were put on full astern and course was shaped for Lisbon port, where we safely arrived at 2 a.m. to day. Awaiting your instructions, we remain.
    Very truly yours,
    Capt. H. Bronson
    Master ss “Mersey”
    ————————————————————————————————

    Jawab :
    Kepada Yth :                                                                                        Lisbon,10 Januari 1946
    Direktur Liverpool Steam  Chip                                                             diatas kapal SS Mersey
    Navigation Company Ltd.
    Liverpool
    Dengan Hormat
    Hal: Tubrukan Dilepas Pantai Portugal
    Bersama ini saya menindak lanjuti radio telegram saya tertanggal 9 Januari lalu; baca : tubrukan di Oporto titik Tangki depan kemasukan air titik tidak membahayakan langsung titik bantuan tunda dalam perjalanan titik Nahkoda.
    Menyusul berita radio diatas saya memberitahukan laporan lebih detail dari Lisbon,yang mana kami telah tiba dengan selamat. Pada tanggal 9 Januari selama jam jaga kedua kapal Mersey dalam perjalanan dari Bristol ke Levant menabrak kapal cargo Spanyol di lepas pantai Oporto dalam keadaan kabut tebal.
    Kapal kami mengalami sebuah lobang besar di bagian haluan sebelah kanan tepat di bawah garis air dan bagian depan mulai kemasukan air terus menerus. Agar akibat dari tabrakan tidak menjadi lebih parah,sekat pelanggaran ditempatkan dibawah angin. Kapal yang tertabrak hanya menderita kerusakan ringan dan (menunggu tetap berada di sekitar area) memberikan bantuan bila di perlukan. Cuaca agak buruk dan alun yang besar. Panggilan untuk bantuan tunda telah di kirim dan segera kapal tunda “Zwarte Zee” of Smit International Towage Service,yang berlokasi di Oporto tiba dengan segera. Tali tunda dipasang di buritan, mesin ditempatkan pada posisi mundur penuh dan haluan di arahkan ke pelabuhan Lisbon,yang mana tiba dengan selamat pada jam 2 pagi hari ini.
    Menunggu instruksi anda.
    Hormat kami
    Capt.H.Bronson
    Master ss “Mersey”

    II. TRANSLATE THIS PASSAGE INTO INDONESIAN
    When ship owners decide to order a new ship, they tell the Naval Architect about the cargo they want the ship carry. They also tell what routes the ship will ply and desired speed. They put limits on the ship’s dimensions and the price that they prepared to pay.
    —————————————————————————————————————–
    Jawab.
    Pada saat pemilik kapal memutuskan memesan kapal baru, mereka memberitahukan kepada arsitek bangunan kapal tentang muatan yang hendak dibawa oleh kapal. Mereka memberitahukan dia juga trayek kapal dan kecepatan yang dikehendaki. Mereka menentukan pada dimensi kapal dan harga yang mereka siapkan untuk dibayar.
    III.Translate this passage into good English.
    Merupakan tanggungjawab personnel dek menjalankan kapal dengan selamat dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain secepatnya dan seekonomis mungkin. Untuk melaksanankan tanggungjawab tersebut personnel dek harus memiliki pengetahuan navigasi yang baik. Saat kapal meninggalkan pelabuhan sampai kepelabuhan tujuan posisinya terus menerus dipantau dan dicek pada peta.
    —————————————————————————————————————-
    Jawab.
    It is the deck personnel responsibility to operate a ship safely from one port to another port rapidly and economically as possible. To carry out that responsibility the deck personnel has to have a good knowledge of navigation. A moment a ship departs port, arrives in destination port her position continuously to be monitored and to be checked on chart.
    IV. TRANSLATION
    Translate these sentences into good Indonesian.(30)


    Sea accidents are commonly caused by the so-called “Human Error” for the crews lack of knowledge and training as well as the carelessness shipping companies to ensure that those who serve in ships have sufficient knowledge and skill to carry out their duties efficient.
    It is, however the responsibility of the individual to make proper use of this knowledge and training and to guard carelessness.
    Facilities dealing with accidents available on ships are varied and limited. It is therefore imperative that each member of ship’s crew be adequately-trained and well disciplined in safety and safe working practices, to ensure that these requirements are strictly observed all the times.
    ——————————————————————————————————————–


    Jawab:
    Kecelakaan dilaut umumnya disebabkan oleh “kelalaian manusia” karena kurangannya pengetahuan dan pelatihan personal dan kecerobohan. Perusahaan perkapalan berusaha untuk meyakinkan bahwa mereka yang bekerja di atas kapal telah memiliki pengetahuan dan telah dilatih untuk mengerjakan tugasnya secara efisien.
    Bagaimanapun, ini adalah tanggung jawab masing-masing individu untuk menggunakan pengetahuan ini secara tepat dan mendidik dan untuk melindungi agar terhindar dari kecerobohan.
    Fasilitas-fasilitas yang tersedia di atas kapal untuk menghadapi kecelakaan dan dengan keras dibatasi hanya digunakan ketika kapal berada di atas laut.
    Bagaimanapun hal ini sangat penting sekali bagi setiap anggota staf kapal dilatih secara memadai dalam syarat-syarat keselamatan disiplin yang baik untuk memastikan bahwa syarat-syarat ini benar-benar dijalankan setiap saat.

    V.Terjemahkan Preliminary Survey Report di bawah ini ke dalam bahasa Indonesia yang baik
    Preliminary Survey Report
    Pursuant to my assignment as owners surveyor or to supervise the repair of the damage sustained by the MV Halilintar as a consequence of grounding on hazard shoal located at the entrance of the fairway leading to the port of Houston, the States of Texas, USA. On January 2nd, 2006 at 5 am and I here by report as follows
    According to the report of the Master and data obtain from the ship log Book, after the Pilot on board on January 2nd, 2006, about 04.30 in the morning, the vessel start to enter fairway on the moderate speed, engine revolution 70, suddenly extra ordinary vibration were felt, the engine stop by itself, and when restart and put ahead, the vessel did no move.
    It appear that the vessel had grounded on the slain shoal, visibility at that time was only around 200 – 300 meters caused by fog, immediately sounding were taken of the tanks and bilges to check whether the vessel had sustained any leakage, however it appear there were no sign of leakage, thereafter side of depth of 5 meters found while the draft foreward was 55 dm.
    Subsequently the main Engine was moved astern several times and the vessel manage to refloat, however it appear that the rudder was jammed, the pilot station was contacted by VHF to report this incident and simultaneously 2 tugboats were ordered to assist the vessel to reach the port.
    Via the local Agent SURVEYOR from the Classification society, underwriter Todd shipyard were contracted to attend at ships arrival in port, the ship arrive safely at 08.00. in the morning and was immediately berthed at the wharf of the said shipyard and at the time this morning and the this report was being made a joint survey by said parties was still in progress, while the master was nothing a sea protest and ship accident report at the local consulate general of the republic Indonesia. As soon as new developments are available I will sent you more detailed report.
    ——————————————————————————————————————–
    Jawab :
    Laporan Persiapan Menjelang Survei
    Menurut Tugas Saya sebagai pensurvei dari pemilik untuk mengawasi perbaikan dari kerusakan dikarenakan oleh MV Halilintar sebagai konsekwensi dari mengandaskan di perairan dangkal yang berbahaya terletak di pintu masuk dari jalur pelayaran ke arah pelabuhan Houston, Negara bagian Texas, AS. Pada 2 Januari 2006 jam 05.00 dan disini Saya melaporkan sebagai berikut :
    Menurut laporan dari Master dan data yang di peroleh dari Buku harian kapal, setelah Pandu diatas kapal 2 Januari, 2006, sekitar 04.30 pagi, kapal mulai untuk masuk alur pelayaran dengan kecepatan sedang, putaran mesin 70, tiba-tiba getaran yang luar biasa dirasakan, mesin berhenti sendiri, dan ketika dinyalakan kembali dan diletakkan di posisi maju, kapal tidak bergerak.
    Menunjukkan bahwa kapal telah kandas di perairan dangkal yang berbahaya, jarak penglihatan pada waktu itu hanya sekitar 200- 300 meter disebabkan oleh kabut, dengan segera mengukur kedalaman dari tangki dan air got kapal untuk memeriksa apakah kapal telah mengalami kebocoran, Namun demikian nampak tidak ada tanda dari kebocoran, sesudah itu sisi kedalaman 5 meter ditemukan disarat depan adalah 55 desimeter.
    Sesudah itu mesin induk telah digerakkan mundur beberapa kali dan kapal diusahakan untuk diapungkan kembali, bagaimanapun [itu] nampak bahwa kemudi telah tersekat/terkunci, stasiun Pandu telah dihubungi dengan VHF untuk melaporkan peristiwa ini dan secara bersamaan 2 kapal tunda telah diperintah/ dipesan untuk membantu kapal untuk menjangkau pelabuhan [itu].
    Melalui Agen pemilik lokal dari Biro Klasifikasi, galangan kapal Todd sebagai penanggung telah disewa untuk hadir di pelabuhan pada saat kapal tiba, kapal tiba dengan aman pada 08.00. pagi dan langsung disandarkan di dermaga yang ditunjuk galangan kapal dan ketika pagi ini laporan ini dibuat sebagai suatu survei yang berhubungan dengan yang dikatakan di perjanjian masih sedang dalam proses, selagi Master tidak ada apapun suatu surat protes dan laporan kecelakaan kapal di konsulat republik Indonesia setempat. Segera setelah perkembangan yang baru Saya dapatkan Saya akan kirimi Anda laporan yang lebih terperinci.

    VI. Translate these sentences into Indonesian
    1. When out of sight of land a ship’s position can be found by using the techniques of celestial navigation.
    2. While in sight of land, the navigator uses the technique of coastal navigation to find his position.
    3. Navigation in coastal water in known as pilotage. At regular interval the officer on watch takes observations of conspicuous land marks. Such as alight house or a church spire using the ship,s compass and sextant.
    ——————————————————————————————————————-
    Jawab:

    1. Pada saat daratan tidak tampak, posisi kapal dapat ditemukan dengan menggunakan tehnik navigasi benda angkasa
    2. Pada saat daratan tampak, mualim menggunakan tehnik baringan darat untuk mendapatkan posisinya.
    3. Belayar pada lepas pantai disebut pemanduan. Pada jangka waktu tetap, mualim jaga mengambil penilikan dari tanda daratan yang menonjol. Seperti suar, menara gereja, menggunakan pedoman dan sextant.

    VII. Please translate the following text into good Indonesian.
    SAFETY AND SAFE WORKING PRACTICES
    Accidents are caused by deficiencies in the knowledge and training of personnel and by carelessness shipping companies try to ensure that those who serve in ship have the knowledge and skill to carry out their duties efficiently.
    It is however the responsibility of the individual to make proper use of his knowledge avid training and to guard against carelessness.
    Facilities available on ship to deal with accidents are strickly limited while that vessel is at sea. It is therefore imperative that each member of the ship’s staff adequately trained in safety and requirements and well discipline, to ensure that these requirements are strickly observed at all time.
    ——————————————————————————————————————–
    Jawab:
    KESELAMATAN DAN TINDAKAN BEKERJA YANG AMAN
    Kecelakaan diakibatkan karena kurangnya pengetahuan dan latihan dari orangnya dan karena kecerobohan perusahaan pelayaran dalam usahanya untk menjamin bagi penyediaan orang yang di kapal telah memiliki pengetahaun dan keahlian untuk melaksanakan tugasnya secara efisien.
    Hal ini bagaimanapun merupakan tanggung jawab masing – masing individu untuk menggunakan secara benar pengetahuannya dan latihannya dan membentengi melawan kecerobahan.
    Sarana yang tersedia di kapal sehubungan dengan kecelakaan – kecelakaan adalah sangat terbatas bilamana kapal di laut. Oleh karena itu sangat mendesak bahwa setiap anggota dari staff kapal (orang orang yg di bidang pelayaran) dilatih dengan cukup dalam keselamatan dan peraturan – peraturan keselamatan dan berdisiplin yang baik. Untuk menjamin bahwa peraturan peraturan ini diawasi setiap saat dengan ketat
    VIII. Translate this passage into good Indonesian
    Communication at sea
    Communications at sea are essential for the efficient and safe running of a ship. They take place within the ship herself, between the ship and other ships, between the ship and shore stations and sometimes between the ship and aircraft. Communications can be made over different distances and using methods ranging from the simplest to those using the most sophisticated radio technology.
    Communications within the ship are done by an internal telephone system. Voice pipes are also used. Engine orders are passed from the bridge to the engine room by means of the ship’s telegraph. Messages can also be given to the ship’s company through a loudspeaker system. Very large ships had docking telegraphs, usually at the bows and stern. These were used when the vessel was being moored alongside. Nowadays VHF communication is more common.
    Communications over relatively short distances can be made by visual or sound signals. Visual signals can be sent by using flags or an Aldis lamp. An Aldis lamp is an electric lamp used for flashing messages in Morse Code. The traditional method of signaling from one ship to another was by using flags. There are different coloured flags for each letter of the alphabet.
    Communication over long distances are sent by radio. Radio communications on board are the responsibility of the Radio Department. The Radio Officer is responsible to the Master for both the efficient operation and maintenance of the communication equipment on board.
    ———————————————————————————————————————
    Jawab:
    KOMUNIKASI DI LAUT
    Komunikasi2 di laut penting bagi efisiensi dan keamanan pelayaran kapal. Komunikasi tsb terjadi di dlm kpl itu sendiri, antara satu kapal dengan yang lainnya dan dengan stasiun2 pantai dan terkadang antara kapal dengan pesawat terbang. Komunikasi2 dapat dilaksanakan pada jarak2 yg berbeda dan mulai dari penggunakan metode yang termudah hingga menggunakan tekhnologi tercanggih/rumit.
    Komunikasi2 internal dilakukan dengan sistem telepon internal.Pipa2 suara jg digunakan. Perintah2 mesin disampaikan dari anjungan menggunakan telegraf kapal.Pesan2 jg dpt disampaikan ke perusahaan pelayaran melalui sistem pengeras suara.Kapal2 yg sangat besar memiliki telegrap sandar. Biasanya terpasang di haluan dan buritan, digunakan pada saat kapal sedang disandarkan.
    Komunikasi2 pada jarak2 yg cukup dekat dapat dilakukan dengan isyarat visual atau suara.Isyarat2 visual dpt dikirim dengan bendera2 dan lampu aldis. lampu aldis adll lampu listrik yg berguna untuk mengirim pesan menggunakan kode morse.
    Komunikasi2 pada jarak jauh dikirim menggunakan radio. Komunikasi2 radio di atas kapal merupakan tanggung jawab dr departemen radio. Perwira radio (Markonis) bertanggung jawab kpd Nakhoda baik mengenai ketepatan operasi dan pemeliharaan peralatan komunikasi di atas kapal.

0 Response to "Kumpulan Contoh Surat-Surat Dan Statement Of Fact Yg Sering Di Gunakan Diatas Kapal Oleh Pelaut "

Posting Komentar

Program Perhitungan Minyak Petroleum Create your own banner at mybannermaker.com!
bisnis tiket pesawat online Peluang Bisnis Tiket Pesawat
Draft Survey Software untuk Pelaut

cek tiket pesawat murah