Jakarta (ANTARA) - Indonesian National Ship Owners Association (INSA) menargetkan industri perkapalan nasional pada 2013 tumbuh 20 persen karena meningkatnya kebutuhan kapal pengangkutan barang di pasar domestik.
"Untuk 2013, pertumbuhan kapal nasional diproyeksikan tumbuh 20 persen karena peningkatan angkutan barang di pasar domestik, baik di sektor `off shore` (lepas pantai) maupun batu bara. Sampai dengan akhir tahun ini, permintaan kapal baru mencapai 541 unit, turun dari target awal tahun lalu sebesar 1.000 unit," kata Ketua Insa, Carmelita Hartoto di Jakarta, Senin. Total kapal yang berada di dalam negeri, menurut Carmelita, mencapai 12.600 unit.
"Dari semua kapal yang ada, setiap dua tahun sekali ada sekitar 6.000 kapal yang harus diremajakan. Dengan potensi alat angkut perairan di Indonesia, banyak investor asing yang ingin menanamkan modalnya untuk membangun industri galangan kapal," paparnya.
Industri galangan kapal, lanjut Carmelita, meminta pemerintah menetapkan peraturan penetapan saham perusahaan asing yang tidak boleh melebihi 51 persen.
"Pemerintah diharapkan melindungi industri perkapalan dalam negeri dengan mengenakan asas `cabotage`," ujarnya.
Negara berpotensi kehilangan devisa sebesar Rp241 triliun per tahun akibat masih banyaknya kapal asing dalam kegiatan ekspor impor tidak dikenakan pajak.
"Potensi kehilangan devisa karena kapal asing tidak dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen seperti yang dibebankan pada kapal nasional dalam aktivitas ekspor dan impor," imbuhnya. (ar)
0 Response to "INSA Targetkan Industri Kapal Tumbuh 20 Persen"
Posting Komentar